Regenerasi Petani, Gempita Terus Bergerak Genjot Percepatan Masa Tanam dan Pemanfaatan Lahan Tidur se-Jawa Barat

Gerakan Pemuda Tani Indonesia

REDAKSI INDONESIA – Kornas Gempita Yasir Kaisuku, mengatakan dalam memasuki masa tanam, pelibatan anak muda untuk bertani sangat penting, sebagaimana visi Menteri Pertanian Amran Sulaiman, yaitu konsep Pertanian berkelanjutan, dari petani konvensional menjadi petani modern agar meraup keuntungan dengan penguatan sistem mekanisasi.

Agenda pertemuan Kornas Gempita dan Korwil se-Jawa Barat telah menghasilkan tiga point untuk menggerakan pemuda bertani, yakni percepatan masa tanam, pemanfaatan lahan dan Temu Usaha Petani Muda se-Jawa Barat.

A Ogi SOS Ketua Korwil Gempita Jawa Barat bersama Kornas Gempita Yasir Kaisuku. (Dok/Kornas Gempita).

“Mengingat saat ini sudah masuk musim hujan, kita akan gerakkan para petani muda untuk turun melalukan pengumpulan CPCL Gempita Se-Jawa Barat dengan mengingat anggaran untuk padi dan jagung yang sudah di sediakan oleh Kementan dibawah menteri Amran Sulaiman dalam APBN-P Begitu Besar”, ujar A Ogi SOS Ketua Korwil Gempita Jawa Barat dalam keterangannya kepada awak media, pada Senin, (04/12).

Ia menjelaskan ini adalah kesempatan begitu besar, bagi seluruh anak muda yang ada di Jawa Barat, sebab Menteri Pertanian Amran Sulaiman sangat mengerti apa yang dibutuhkan oleh anak muda untuk kembali mengelola tanah nenek moyangnya.

“Artinya anak muda bisa kembali membangunkan lahan-lahan yang tidur di jawa barat ini, sebab Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengerti kebutuhan anak muda untuk kembali bergairah dan bangga untuk menjadi Petani”, tutur A Ogi SOS.

Ogi ex group pelawak SOS menuturkan bahwa dalam mewujudkan visi Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjadikan regenerasi petani sebagai program strategis mewujudkan visi Indonesia lumbung pangan 2045, melalui Gempita Jawa Barat juga merekomendasi kepada Kornas Gempita untuk mengadakan kegiatan Temu usaha Pemuda Tani se-Jawa Barat.

Bacaan Lainnya
ri

“Nantinya kegiatan Sawala ‘Temu Usaha Pemuda Tani’ yang dicanangkan dalam bentuk workshop, agar Koornas Gempita bisa tau bahwa selama ini gempita Jawa barat terus berjalan, jadi kelasnya pemuda tani di jawa barat ini bukan lagi hanya soal tanam-menanam, tetapi sudah naik kelas ke marketing pertanian, yang perlu dukungan permodalan agar bisa menjaga kestabilan produksi teman-teman petani milenial se-Jawa Barat ini”, ucap A Ogi SOS.

Selain itu, Ogi juga akan melakukan pelatihan marketing, managerial dan hasil pertanian.

“Semangat petani milenial dengan hasil produksi ini nanti nya bisa menjalin kerjasama dengan pihak swasta”, tutup Ogi. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *